Jumat, Juni 07, 2013

Matematika pada Tubuh Manusia

Phi, the Golden ratio atau rasio emas, yakni kira-kira 1.6180339887... adalah bilangan yang bisa ditemukan di seluruh jagad raya, di mana pun di sekitar kita, dan di dalam diri kita. Perhitungan matematika yang ada pada setiap tubuh manusia ini membuat takjub kalangan ilmuwan Matematika. Di tahun 1993, Mehmet Suat Bergil menjelaskan melalui bukunya “The Golden Ratio in Nature/Science/Art “ bahwa Rasio Emas bukanlah hasil dari imajinasi matematis, akan tetapi merupakan kaidah alam yang terkait dengan hukum keseimbangan. Rasio emas ini berhubungan dengan deret angka yang ditemukan oleh ahli matematika dari Italia, Leonardo Fibonacci. Angka-angka Fibonacci ini memiliki sifat bahwa masing-masing angka dalam deret tersebut merupakan hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya. Deret angka-angka Fibonacci itu antara lain:
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, …

Fibonacci
Kemudian, jika Anda membagi satu angka dalam deret tersebut dengan angka sebelumnya, akan Anda dapatkan sebuah angka hasil pembagian yang besarnya sangat mendekati satu sama lain. Angka ini dikenal sebagai "golden ratio" atau "rasio emas", yakni kira-kira 1,618... Setelah deret yang ke sebelas, hasil pembagian selalu sama dengan 1,618. Lihat perhitungan berikut ini berdasarkan deret angka-angka Fibonacci di atas:
1/0=~         13/8=1,625       233/144 = 1,618
1/1=1         21/13=1,615     377/233 = 1,618
2/1=2         34/21=1,619     610/377 = 1,618
3/2=1,5      55/34=1,618     987/610 = 1,618
5/3=1,67    89/55=1,618     1597/987 = 1,618
8/5=1,6    144/89=1,618     2584/1597 = 1,618

Rasio emas dapat ditemukan pada berbagai bagian tubuh manusia normal (rata-rata). Diagram di bawah ini menunjukkan rasio emas tersebut, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nucleus J. Cumming dalam bukunya yang berjudul “Architecture and Building Construction”:
Rasio emas pada tubuh manusia. (klik gbr untuk memperbesar)

Nilai perbandingan M/m pada diagram berikut selalu setara dengan rasio emas. M/m = 1,618
Contoh: (pada manusia normal)
  1. klik gbr untuk memperbesar.
    Tinggi badan dibagi jarak antara pusar dan telapak kaki, maka hasilnya akan mendekati bilangan 1,618...
  2. Jarak antara ujung jari dan siku dibagi jarak antara pergelangan tangan dan siku, maka hasilnya akan mendekati bilangan 1,618...
  3. Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala dibagi panjang kepala, maka hasilnya akan mendekati bilangan 1,618...
  4. Jarak antara pusar dan lutut dibagi jarak antara lutut dan telapak kaki
  5. Panjang jari tengah dibagi panjang jari kelingking
  6. Panjang mulut dibagi lebar hidung
  7. Jarak antara kedua pupil dibagi jarak antara kedua alis mata

Lebih jelasnya, klik play pada movie clip berikut ini:
video

Klik disini untuk download

Ketika melakukan penelitian atau memulai merancang produk, para seniman, ilmuwan dan perancang mengambil tubuh manusia, yang perbandingan ukurannya ditetapkan berdasarkan rasio emas, sebagai acuan ukuran yang mereka gunakan. Leonardo da Vinci membuat lukisan Monalisa juga menggunakan rasio emas sebagaimana yang ada pada tubuh manusia. Tubuh manusia dijadikan pula sebagai patokan dalam the Neufert, salah satu buku rujukan terpenting arsitektur abad modern. Hal ini dilakukan oleh mereka karena diyakini bahwa penggunaan rasio emas dalam setiap rancangan mereka akan menghasilkan karya yang indah.

Dr Stephen Marquardt telah mempelajari keindahan manusia selama bertahun-tahun dalam praktek bedah mulut dan maksilofasial. Bedah Mulut dan Maksilofasial adalah spesialisasi ilmu kedokteran yang berkonsentrasi pada diagnosa dan penanganan pembedahan untuk berbagai penyakit, gangguan dan kondisi jaringan lunak dan jaringan keras pada daerah mulut dan rahang atas (maksilofasial). Dr Marquardt melakukan survei lintas-budaya pada kecantikan, mulai dari wajah manusia dari zaman kuno sampai hari modern, dan dia menemukan bahwa mereka yang dikatakan cantik pada masa itu selalu memiliki rasio wajah yang mendekati atau sama dengan rasio emas.

Marquardt juga menambahkan bahwa wajah manusia dan kondisi emosinya merupakan bagian utuh dari keseluruhan kecantikan seseorang. Wajah manusia yang tersenyum memiliki ukuran paling dekat dengan rasio emas, inilah yang menyebabkan wajah manusia akan terlihat lebih indah dan sedap dipandang jika tersenyum. Anda akan dianggap lebih indah dengan senyum hangat dibandingkan dengan tampilan berhati dingin, memenuhi hati dengan kemarahan, kesombongan atau penghinaan.

Tak hanya bagian luar tubuh manusia, rasio emas juga dapat ditemukan pada bagian dalam tubuh manusia. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan antara tahun 1985 dan 1987, dan dibukukan pada buku yang berjudul "Bronchial Asymmetry and Fibonacci Scaling", fisikawan Amerika B. J. West dan Dr. A. L. Goldberger menemukan keberadaan rasio emas pada struktur paru-paru. Salah satu ciri jaringan bronkia yang menyusun paru-paru adalah susunannya yang asimetris. Misalnya, pipa saluran udara yang bercabang membentuk dua bronkia utama, satu panjang (bronkia kiri) dan yang kedua pendek (bronkia kanan). Percabangan asimetris ini terus berlanjut ke percabangan-percabangan bronkia selanjutnya. Telah dipastikan bahwa pada seluruh percabangan ini, jika panjang bronkia panjang dibagi bronkia pendek maka akan menghasilkan bilangan 1,618...

Molekul DNA, yakni molekul yang mengandung informasi tentang seluruh sifat-sifat fisik makhluk hidup, juga didasarkan pada rasio emas. DNA tersusun atas dua rantai heliks tegaklurus yang saling berjalinan. Panjang lengkungan pada setiap rantai heliks ini adalah 34 angstroms dan lebarnya 21 angstroms (1 angstrom adalah seperseratus juta sentimeter). 21 dan 34 adalah dua angka Fibonacci yang berurutan.

Rasio emas ini sungguh dapat kita temukan dalam setiap ciptaan-Nya, mulai dari yang terkecil seperti virus, rumah siput, penempatan letak ka’bah, bahkan sampai bentuk cakram dari galaksi bima sakti pun mengandung rasio emas ini. Subhanallaah. Lihat lebih banyak penjelasan mengenai rasio emas ini di youtube.


"Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah."
Surat Al Mulk (67) ayat 1-4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri komentar atau masukan ya :)