Senin, Februari 25, 2013

Daur Hidup Unik Dunia Serangga

Daur hidup di dunia serangga tergolong unik. Mengapa? Karena mereka sama-sama berkaki enam (3 pasang kaki) namun memiliki perbedaan dalam bermetamorfosis, bahkan ada pula yang tidak mengalami metamorfosis (ametabola). Inilah yang menarik dari binatang kelas insecta alias serangga.

Perubahan bentuk yang terjadi dari telur sampai menjadi dewasa disebut metamorfosis. Dalam proses pertumbuhan tersebut terjadi proses pergantian kulit (disebut ekdisis). Selama pertumbuhan berlangsung akan mengalami beberapa kali pergantian kulit.

Metamorfosis ada dua macam: Metamorfosis sempurna  dan metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis sempurna (Holometabola) merupakan siklus hidup dengan beberapa tahapan yang berbeda: telur, larva, pupa, dan imago (dewasa). Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan. Sedangkan metamorfosis tidak sempurna (Hemimetabola) merupakan siklus hidup dengan tahapan: telur, nimfa, dan imago. Nimfa adalah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit. Imago (dewasa) adalah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.

Untuk menjelaskan ini saya ambil contoh semut dan kepik, karena kebetulan mereka ada di sekitar anak-anak tetapi jarang sekali bahkan tidak pernah dibahas, khususnya di sekolah dasar.

Semut, Metamorfosis Sempurna
Kehidupan seekor semut dimulai dari sebuah telur. Semut tumbuh melalui metamorfosis yang lengkap atau sempurna, melewati tahap larva dan pupa sebelum mereka menjadi imago (dewasa). Tahap larva adalah tahap yang sangat rentan — lebih jelasnya larva semut tidak memiliki kaki sama sekali – dan tidak dapat menjaga diri sendiri.
Daur hidup semut (klik untuk memperbesar gambar)



Kepik, Metamorfosis Tidak Sempurna
Kepik mengalami metamorfosis tidak sempurna. Anak kepik yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukurannya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini dikenal dengan nama nimfa. Nimfa kepik ini kemudian melakukan pergantian kulit berkali-kali hingga akhirnya menjadi imago (dewasa) tanpa melalui fase kepompong. lihat gambar berikut ini

Selasa, Februari 19, 2013

Contoh-contoh Globalisasi

Artikel ini menjelaskan contoh-contoh globalisasi, faktor-faktor pendorongnya, dan disertai juga pengertian tentang Perdagangan Bebas Dunia. Artikel ini semoga juga membantu siswa-siswi dalam mencapai salah satu kompetensi dasar pelajaran PKn Sekolah Dasar kelas 4, yakni "Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya".

Pengertian globalisasi dunia adalah menyatunya negara-negara yang ada di dunia menjadi "satu negara" yang sangat besar tanpa mengenal batas.

Globalisasi dapat terjadi di bidang informasi, contohnya:
  • Siaran langsung pertandingan sepakbola Piala Dunia dapat disaksikan secara langsung di seluruh pelosok Indonesia dan negara lainnya pada waktu yang bersamaan.
  • Siaran langsung berita tsunami di Aceh pada tahun 2004 disaksikan secara langsung di berbagai belahan dunia.

Globalisasi di bidang budaya, contohnya:
  • Mode pakaian yang sedang tren di Paris, pada waktu bersamaan juga tren di Indonesia, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, Italia, Papua Nugini, dan negara lainnya.
  • Model berpakaian mini-mini ala penyanyi atau aktris Korea ditiru oleh remaja perempuan Indonesia, Jepang, dan negara-negara Asia lainnya.

Globalisasi di bidang ekonomi
Globalisasi di bidang ekonomi adalah menyatunya kegiatan ekonomi produksi, konsumsi, maupun investasi antar negara yang terjadi di dunia. Globalisasi di bidang ekonomi, contohnya:
  • Globalisasi di bidang produksi misalnya gaun pengantin buatan Indonesia, tetapi bahan baku kainnya diambil dari India, kancing-kancing dan perhiasannya diambil dari Hongkong, sedangkan modelnya hasil rancangan desainer terkenal di Perancis. Dari Indonesia hanya tukang jahitnya. Maka hasil gaun pengantin tersebut bukanlah hasil produksi Indonesia melainkan hasil kerjasama global.
  • Globalisasi di bidang investasi misal

Mengapa Mobil Mogok Saat Melintasi Rel

Mengapa mobil mogok saat melintasi perlintasan rel kereta api? Bukan karena perlintasan rel kereta api tersebut kurang sesajen, tetapi karena adanya medan magnet yang cukup besar sehingga bisa mematikan putaran mesin mobil. Walhasil, mobil mogok tepat di atas perlintasan rel kereta api. Medan magnet tersebut dihasilkan oleh pergesekan roda kereta api dengan rel, dan kemudian medan magnet yang dihasilkan tersebut menyalur melalui rel.

Fakta adanya medan magnet tersebut dibenarkan dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS) Dr Ir Djoko Sungkono MEng SC. Djoko menjelaskan bahwa roda KA dari baja berjenis ferritic (ferritic = bermedan magnet) mempunyai medan magnet yang sangat kuat. Sifat kemagnetan pada baja ferritic itu adalah yang terbaik dibanding jenis baja lainnya. Baja jenis ini sengaja digunakan agar kereta api dapat berjalan stabil di atas rel, mengingat kereta api biasanya melaju dalam kecepatan tinggi.

Perputaran roda kereta api yang sangat cepat dan tinggi itulah menyebabkan medan magnet akan maju lebih dahulu. Medan magnet tersebut sudah dapat dirasakan di perlintasan rel kereta api meskipun kereta api masih berjarak 1,5 km, dan semakin mencapai puncak kekuatannya ketika kereta api berjarak 600 meter sebelum perlintasan. Pada jarak 600 meter itulah, jika ada mobil yang melintas di atas rel, maka medan magnet tersebut dapat mematikan mesin mobil secara mendadak.

Berdasarkan teori medan magnet, kendaraan berbahan bakar bensin lebih rentan mogok di atas perlintasan rel kereta api, dibandingkan kendaraan berbahan bakar solar. Hal ini disebabkan kendaraan berbahan bakar bensin masih menggunakan platina dan CDI. CDI (Capacitor Discharge Ignition) atau Sistem Pengapian Kondensator merupakan salah satu jenis sistem pengapian pada kendaraan bermotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan kondensator, guna mencatu daya kumparan pengapian. Sistem pengapian CDI menggunakan pencatu daya dari dinamo.

Dinamo tersebut menghasilkan medan magnet yang selanjutnya menggerakkan mesin mobil. Namun saat terkena medan magnet besar, pengapian CDI ini akan terpengaruh, sehingga mesin bisa mati. Nah, bila mesin tersebut mati maka akan sulit untuk dihidupkan lagi karena kekuatan aki dari mesin berbahan bakar bensin masih 12 volt, berbeda dengan mesin berbahan bakar solar yang memiliki kekuatan aki di atas 12 volt.

Djoko menambahkan bahwa sebenarnya medan magnet yang kadang menjadi pemicu kecelakaan itu semestinya bisa diantisiapasi oleh pihak PT Kereta Api Indonesia dengan cara membuat