Minggu, Mei 29, 2011

Iklan Vitamin C 1000 mg Tidak Ilmiah

Quackery adalah sebutan untuk perawatan atau pengobatan medis yang tidak didasarkan pada penelitian ilmiah, bersifat menipu, dan bahkan bisa membahayakan jiwa pasien. Tujuan quackery adalah bisnis, yakni mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dari pasien. Iklan produk kesehatan yang saya tahu termasuk sebagai quackery, salah satunya adalah produk vitamin C 1000 mg. Berikut penjelasan selengkapnya:


Kebutuhan Vitamin C dalam Tubuh
Banyak orang yang percaya bahwa dengan meminum vitamin C yang berdosis besar (1000 mg) akan memberikan kesehatan pada pasiennya. Padahal tindakan ini sebenarnya tidak menguntungkan bagi kita selaku konsumen, dan bahkan bisa membahayakan, karena manusia membutuhkan gizi seimbang atau sesuai kebutuhan saja, tidak kekurangan, tidak juga berlebihan.

Saat kita membeli produk makanan atau minuman, di kemasannya biasanya kita menemukan istilah AKG, yang artinya Angka Kecukupan Gizi. Di Amerika Serikat, AKG lebih dikenal dengan istilah Recommended Dietary Allowances (RDA). Angka kebutuhan gizi vitamin C untuk orang Indonesia adalah sebagai berikut:

Terlihat bahwa kebutuhan gizi vitamin C di setiap umur dan jenis kelamin tidak pernah di atas 90 mg. Jadi jika kita mengonsumsi vitamin C 1000 mg setiap hari maka sebenarnya itu berlebihan. Jika kita mempertahankan kebiasaan ini dalam kurun waktu yang panjang bisa menimbulkan keluhan kesehatan. Mual, kram perut, sembelit, gangguan tidur, diare, bahkan gagal ginjal bisa menyerang mereka yang kelebihan vitamin C.

Tapi mengapa banyak orang yang percaya hal ini?


Linus Pauling dan Kesimpulannya
Di belakang maraknya suplemen vitamin megadosis ada seorang tokoh yang mengawali, yaitu Linus Pauling, Ph.D., peraih dua penghargaan Nobel untuk kimia (1954) dan perdamaian (1962) ini menulis sebuah buku yang berjudul “Vitamin C and the Common Cold” di tahun 1970. Penerbitan buku ini, dikombinasikan dengan reputasi Pauling sebagai pemenang Hadiah Nobel ilmuwan, telah membuat vitamin C menjadi best seller. Saat teori ini diumumkan, jutaan orang Amerika bergegas untuk mencobanya sendiri.

Kesimpulan Pauling adalah Vitamin C dosis tinggi dapat mencegah selesma dan flu hingga 45%, mencegah serta menyembuhkan 75% dari semua kanker, dan memperpanjang masa hidup penderita kanker hingga 4-5 kali lebih lama (dibandingkan dengan yang tidak mendapat terapi vitamin C tersebut). Secara umum, Pauling mengklaim bahwa konsumsi vitamin dalam megadosis dapat memperbaiki kesehatan, meningkatkan kenikmatan hidup dan membantu mengendalikan penyakit jantung, kanker, dan penyakit lain serta memperlambat proses penuaan.


Bantahan Mayoritas Ilmuwan
Walker dan Schwartz di tahun 1967, serta Hornick di tahun 1972-1973, menguji kesimpulan Pauling, dengan melakukan percobaan pada dua kelompok relawan. Kelompok pertama tidak meminum vitamin C dosis besar, dan kelompok kedua meminum vitamin C dosis besar (3000 mg) setiap hari selama beberapa hari. Kemudian semua kelompok relawan itu diberi virus flu, khusus untuk kelompok dua diberi 3.000 mg vitamin C selama tujuh hari lagi. Ternyata, hasilnya semua relawan tetap terkena pilek dengan tingkat keparahan yang sama, baik di kelompok satu maupun dua. Pada 1982, mayoritas ilmuwan medis menyimpulkan bahwa suplementasi dengan vitamin C tidak mencegah pilek dan sedikit dapat mengurangi gejala flu. Beberapa penelitian dilakukan lagi pada tahun-tahun berikutnya dan menghasilkan kesimpulan yang sama.

Klaim Pauling mengenai terapi megadosis vitamin C untuk penderita kanker juga diuji dan dikaji ulang oleh MayoClinic sebanyak 3 kali dengan hasil:

  1. Tidak ada keuntungan yang tetap dari vitamin C yang diberikan pada penderita kanker stadium lanjut. Bahkan, vitamin C dosis tinggi dapat memberikan dampak yang memperparah.
  2. Dosis oral (diminum) yang tinggi dapat menyebabkan diare kronis. Sedangkan dosis tinggi yang diberikan lewat infus (intravenous) menyebabkan resiko batu ginjal atu gagal ginjal.


Pada tahun 1994, Arthur Robinson (kolega Linus Pauling dalam penelitian) membuat rangkuman hasil penelitian yang menyebabkan Arthur dipecat dari Linus Pauling Institute of Medicine:
“Vitamin C dosis 1 – 5 gram per hari meningkatkan laju pertumbuhan kanker pada manusia. Namun pertumbuhan kanker terhambat pada dosis 100 gram per hari, mendekati dosis mematikan.


Kesaksian yang salah paham
Walaupun fakta ini sudah gamblang dinyatakan, mengapa masih banyak orang yang “bersaksi” bahwa vitamin C dosis tinggi berguna dan banyak membantu?

Hal ini disebabkan karena vitamin C memberikan efek anti-histamin. Sedangkan histamin hampir selalu dilepas dalam saluran pernafasan sebagai reaksi serupa alergi terhadap selesma. Vitamin C dapat bertindak seperti obat anti-histamin alias obat anti stress, karena dapat mengurangi gejala stress dan “memberikan” perasaan tenang. Perasaan inilah yang kemudian dianggap oleh pasien yang meminum vitamin C dosis tinggi sebagai proses kesembuhan, padahal bukan.


Kerjasama Pauling dengan Industri Vitamin
Rekomendasi penggunaan vitamin C dalam megadosis oleh Pauling kemudian menyemangati para produsen suplemen untuk membanjiri pasar dunia dengan produk mereka. Tuduhan kerjasama antara Pauling dan industri vitamin bukan omong kosong, sebab donor utama Linus Pauling Institute of Medicine adalah Hoffmann-La Roche, perusahaan farmasi besar yang memproduksi mayoritas vitamin C yang beredar di dunia pada saat itu (sekitar tahun 1973).




Ditulis dan disusun oleh: OmCan
Sumber: http://www.lucianasutanto.com/, http://www.quackwatch.org/, http://www.dummies.com/, http://en.wikipedia.org/wiki/, http://lita.inirumahku.com/health/, http://rationalwiki.org/wiki/


belajar pendidikan, blog pengetahuan, kelas pengetahuan, knowledge blog, sekolah dasar dan menengah, KIDS GEt kNowledge, blogger, blogspot

1 komentar:

  1. Terimakasih Infonya
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Kedokteran di UII Yogyakarta
    :)
    twitter : @profiluii :)

    BalasHapus

Beri komentar atau masukan ya :)