| halaman 90 |
| halaman 91 |
Sebagaimana yang saya kutip dari wikipedia berikut ini tentang daur hidup, “In biology, a life cycle is a series of changes in form that an organism undergoes, returning to the starting state”.
Atau kalau saya boleh permudah, kurang lebih bisa ditulis seperti ini, “Animal's life cycle is a series of deformation of animal returns to its starting state”. Atau dalam bahasa Indonesia, pengertian daur hidup adalah serangkaian perubahan bentuk yang dialami hewan sampai kembali ke keadaan awal.
Kembali membahas buku bilingual di atas. Buku tersebut menjelaskan bahwa dalam setiap daur hidup hewan terdapat metamorfosis. Ini tentu saja kurang tepat. Sebab pada kenyataannya dalam daur hidup hewan, beberapa hewan melakukan metamorfosis, dan ada hewan yang tidak bermetamorfosis. Hewan yang tidak bermetamorfosis hanyalah mengalami pertumbuhan saja, sedangkan bentuk atau struktur tubuhnya tetap, semisal kucing dan ayam. Berbeda banget khan dengan ulat yang menjadi kupu-kupu. Ulat tidak hanya sekedar mengalami pertumbuhan tetapi juga mengalami metamorfosis menjadi kupu-kupu.
Jadi sebenarnya, kalimat bahasa inggris dalam buku bilingual tersebut bisa diralat seperti ini, “In animal’s life cycle, some animals do metamorphosis, and some animals don’t”, yang berarti bahwa dalam daur hidup hewan, beberapa hewan melakukan metamorfosis, dan ada hewan yang tidak bermetamorfosis.
Lantas dalam kondisi yang bagaimanakah hewan dapat dikatakan bermetamorfosis?
Dalam bahasa Inggris, kita bisa menuliskan seperti ini, “When the adult animal’s shape or body structure is different with the young animal, it means the animal did metamorphosis”. Atau dalam bahasa Indonesianya bisa diartikan, bahwa ketika hewan dewasa memiliki
.png)














