Kamis, Juli 01, 2010

Tips Mencegah Keracunan Gas Karbonmonoksida (CO) di dalam Mobil

tips mencegah keracunan karbon monoksida. sifat gas CO. contoh pembakaran tidak sempurna. bahaya karbon monoksida (CO). mengapa CO berbahaya? tanda-tanda keracunan CO. pertolongan pertama. akibat keracunan

Apa itu Karbon monoksida atau CO?
Gas CO adalah gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak merangsang selaput lendir, dan sedikit lebih ringan dari udara sehingga mudah menyebar. Karbon monoksida (CO) dihasilkan dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara), rokok yang sedang menyala, dan gas buangan kendaraan bermotor yang pembakarannya tidak sempurna.

Apa bahaya gas karbon monoksida (CO)?
Gas Karbonmonoksida sering dijuluki sebagai “silent killer” karena gas ini mampu membunuh seseorang tanpa orang itu tahu kalau sedang teracuni. Banyak kematian karena gas CO terjadi di dalam mobil yang tertutup rapat dan korban sedang tertidur pulas. Gejala awalnya seperti layaknya orang yang mengantuk, pusing, dan lemas. Ini membuat orang tersebut ingin tidur langsung di dalam mobil. Jika orang tersebut tertidur pulas di dalam mobil yang sedang tertutup rapat, dan kebocoran gas sedang terjadi, maka hal itu benar-beanr dapat membahayakan nyawanya.

Pernah saya melihat dua berita di salah satu stasiun televisi swasta tentang bahaya gas CO. Beritanya kurang lebih seperti ini:
  • “Akibat keracunan gas buang AC, enam penumpang tewas di dalam mobil. Pada awalnya mobil tersebut mengalami kerusakan. Dalam kondisi cuaca panas dan rasa lelah, mereka menunggu bantuan dari kendaraan yang akan lewat. Di saat menunggu, sopir dan semua penumpang tertidur pulas di dalam kendaraan ber-AC tersebut. AC yang tetap menyala dan mobil yang tertutup rapat menyebabkan gas buang AC yang berada di dalam mobil tidak bisa keluar dan terhirup oleh sopir dan penumpang. Inilah yang menyebabkan mereka tewas”.
  • “Empat orang tewas ditemukan di dalam mobil Mercedez Benz di Jalan Raya Kuningan-Cirebon. Berdasarkan hasil visum Tim Forensik RS Gunung Jati, ditemukannya racun pada saluran pernafasan korban berupa gas CO (karbonmonoksida) akibat menghirup asap knalpot yang masuk ke dalam kendaraan. Asap knalpot bisa masuk ke dalam mobil karena adanya kebocoran pada knalpot dan bagian bawah body mobil”.
Dari dua berita tersebut tampak penyebab utama keracunan dalam mobil kebanyakan dari keluarnya gas karbon monoksida (CO) pada sistem pipa pembuangan yang bocor.

Mengapa gas CO bisa sangat berbahaya?

Keberadaan gas CO akan sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia karena gas itu akan menggantikan posisi oksigen yang berikatan dengan haemoglobin dalam darah.

Haemoglobin (Hb) atau Hemoglobin (...sama saja koq) merupakan protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Ikatan Hemoglobin dengan Oksigen disebut Oksihemoglobin.
Ikatan Hemoglobin dengan Karbon monoksida disebut Karboksihemoglobin.

Hb lebih mudah terikat dengan CO daripada dengan Oksigen (O2). Ikatan Hb dengan CO lebih kuat 200-300 kali daripada ikatan Hb dengan O2. Sehingga tubuh akan kekurangan oksigen, padahal oksigen sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh, yakni untuk proses pembakaran dalam tubuh dan pernafasan. Kemudian gas CO terbawa darah dan mengalir ke dalam jantung, otak, serta organ vital. Ini akan menyebabkan sakit kepala, pusing, mudah tersinggung , lemas, mual, muntah, sakit pada dada dan merasa linglung, serta susah untuk mengontrol buang air. Jika kadarnya sudah tinggi maka bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dan kematian yang cepat.






Orang yang menghirup gas karbon monoksida biasanya akan lemas, luar biasa mengantuk dan seperti berhalusinasi. Sedikit sekali yang bisa menggerakkan tangan untuk sekedar membuka pintu mobil, atau meminta pertolongan.

Namun demikian, Ikatan CO-Hb tidak bersifat permanen alias reversible. Jika segera ditangani maka ada kemungkinan korban masih bisa diselamatkan, namun kemungkinan dia akan mengalami kerusakan otak dan sistem saraf, yang mempengaruhi perilaku dan tingkat kepintarannya, pertumbuhan yang lambat, dan sakit kepala.

Bagaimana memberikan pertolongan pertama pada korban keracunan karbonmonoksida (CO)?
Bila terjadi keracunan gas karbon monoksida, maka untuk pertolongan pertama adalah
  1. segera bawa korban ke tempat yang jauh dan aman dari sumber karbon monoksida, 
  2. longgarkan pakaian korban supaya dia mudah bernafas.
  3. Pastikan korban masih bernafas dan segera berikan oksigen murni.
  4. Korban harus istirahat dan usahakan tidak banyak bergerak, ini penting karena gerakan otot dapat meningkatkan kebutuhan oksigen pada otot bukan pada otak, yang bisa menyebabkan persediaan oksigen ke otak menjadi berkurang.
  5. Kemudian segera bawa korban ke rumah sakit terdekat.


Berikut beberapa tips agar terhindar dari keracunan gas karbon monoksida dalam mobil:
  1. Secara rutin periksa sistem pembuangan kendaraan Anda setiap tahunnya, kebocoran kecil bisa memicu gas beracun CO masuk ke dalam mobil.
  2. Jangan menyalakan mobil di dalam garasi yang sedang tertutup, gas karbonmonoksida bisa cepat memenuhi ruangan.
  3. Jika beristirahat di dalam mobil, jangan menutup semua kaca dan pintu dengan penyejuk udara yang masih menyala. Banyak kasus kematian dalam mobil karena keracunan gas karbon monoksida.
  4. Periksa sistem AC mobil Anda apakah ada kebocoran yang mungkin terjadi.






Ditulis oleh: OmCan
Sumber: Wikipedia, http://www.tanyadokteranda.com, dan Redaksi Pagi Trans7

2 komentar:

Beri komentar atau masukan ya :)