Kamis, Mei 30, 2013

Apakah Bahaya Menggunakan Pasta Gigi ?

Beberapa merek pasta gigi menggunakan Sodium Fluoride, ada pula yang menggunakan Sodium Monofluorophosphate, sebagai bahan pembuatnya.
Ada dua macam senyawa fluoride yang biasanya digunakan pada pasta gigi, antara lain Sodium Fluoride/NaF dan Sodium Monofluorophosphate. Fluoride secara alami terdapat di dalam setiap kandungan air. Untuk mencapai standar yang direkomendasikan bagi kesehatan gigi yang optimal, diperlukan tambahan fluoride pada air minum kita sebanyak 1 ppm (parts per million; 1 ppm = 1mg/liter = 1 inch dalam 16 mil). Proses fluoridisasi pada air minum terbilang efektif, aman dan murah untuk pencegahan penyakit gigi. Apakah ini berarti menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride itu aman?

Walaupun berguna untuk memperkuat email gigi anak dan membantu dalam  pengobatan osteoporosis, penggunaan fluoride secara berlebihan memiliki efek bahaya untuk  kesehatan.

Para pejabat Kementerian Kesehatan di Amerika Serikat mengemukakan bahwa saat ini banyak warganya yang sudah terlalu banyak mengonsumsi fluoride, karena kandungannya tidak hanya terdapat di air minum tetapi juga dalam pasta gigi, obat kumur, dan produk lainnya. Sehingga kini baik di Amerika Serikat, di beberapa negara di wilayah Eropa, maupun negara-negara maju lainnya, pemerintah mereka melarang penggunaan fluoride dalam produk konsumsi fisik seperti pasta gigi, obat kumur, dan penjernih air minum. Hal ini yang membuat saya penasaran, apakah ini alasannya mengapa pada kemasan salah satu pasta gigi yang terkenal di Indonesia tertulis “not for sale outside Indonesia”?.. hmm

Efek bahaya dari senyawa fluoride beragam sehingga tidak bisa disama-ratakan efek yang ditimbulkan. Hal ini tergantung pada struktur kimia mereka, kelarutan, dan kemampuan senyawa fluoride untuk melepaskan ion fluoride mereka. Dalam artikel ini senyawa fluoride yang akan saya bahas adalah Sodium Fluoride dan Sodium Monofluorophosphate karena salah satu dari dua senyawa ini yang biasanya terkandung dalam pasta gigi yang Anda pakai.

Sodium fluoride
Pasta gigi dengan kandungan Sodium Fluoride
(klik pada gambar untuk memperbesar)
Sodium fluoride merupakan senyawa kimia anorganik dengan rumus NaF (Natrium Fluorida). Dosis mematikan untuk manusia (asumsi berat badan 70 kg) adalah 5-10 gram. Sodium fluoride digolongkan sebagai beracun baik melalui pernafasan maupun melalui konsumsi. Dalam dosis cukup tinggi, telah terbukti mempengaruhi jantung dan sistem peredaran darah. Pada dosis yang lebih tinggi digunakan untuk mengobati osteoporosis, namun jika berlebihan dapat menyebabkan nyeri pada kaki dan patah tulang.

Anak-anak mungkin mengalami gangguan pencernaan setelah menelan pasta gigi (yang mengandung fluoride) dalam jumlah yang cukup. Antara 1990 dan 1994, lebih dari 628 orang, kebanyakan anak-anak, dirawat setelah menelan terlalu banyak fluoride dari pasta gigi mereka. Gejala gastrointestinal (sakit pada saluran pencernaan) tampaknya menjadi masalah yang paling umum dilaporkan. Pada tahun 2011 The National Poison Data System di Amerika melaporkan 21.513 kejadian keracunan dari pasta gigi yang mengandung fluoride.

Sodium Monofluorophosphate
Pasta gigi dengan kandungan Sodium monofluorophosphate
(klik pada gambar untuk memperbesar)
Kandungan Sodium monofluorophosphate yang biasanya ada dalam pasta gigi adalah 0,76%. Meskipun senyawa ini tidak begitu beracun dibandingkan Sodium Fluoride, namun pernah ditemukan (sedikit) bukti bahwa Sodium monofluorophosphate menyebabkan keracunan pada pernafasan dan otot. Masalahnya, saya menemukan pasta gigi yang cukup terkenal di Indonesia memiliki kandungan Sodium monofluorophosphate sebesar 1,12%, lebih banyak daripada biasanya. Oleh karena itu saya sarankan, cek dulu kandungan yang terdapat pada pasta gigi yang Anda beli dengan membaca keterangan pada kemasannya secara teliti.

Berikut beberapa fakta mengenai Fluoride dari beberapa negara:
  1. Fluoride bukanlah zat gizi (nutrisi) penting (esensial) bagi tubuh kita menurut NRC 1993 and IOM 1997. Tidak ada satupun penyakit yang terkait dengan kekurangan zat fluoride dan secara faktual manusia tidak harus menkonsumsi fluoride supaya memiliki gigi yang bagus.
  2. Menurut laporan yang ditulis oleh Maupome 2001; Kunzel dan Fischer,1997,2000; Kunzel 2000 dan Seppa 2000 di Jerman Timur, Kuba, Finlandia dan Kanada setelah penghentian pemakaian fluoride pada air terjadi penurunan penyakit pada gigi.
  3. Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Departemen Kesehatan Amerika Serikat pada tahun 1999 dan 2001, keuntungan/manfaat dari fluoride pada gigi lebih pada kasus-kasus tertentu saja, bukan berlaku umum. Padahal resiko yang ditimbulkannya lebih bersifat tahan lama.
  4. Dari hasil lima penelitian di China menemukan penurunan tingkat IQ pada anak-anak yang mengkonsumsi fluoride (Lin Fa-Fu 1991; Li 1995; Zhao 1996; Lu 2000; and Xiang 2003a, b).
  5. Salah satu pemenang hadiah Nobel tahun 2000 di bidang Pengobatan dan Psikologi, Dr. Arvid Carlsson (2000) adalah orang yang memimpin penolakan penggunaan fluoride di Swedia dengan mendesak Pemerintah Swedia sejak tahun 1971 untuk segera membuat kebijakan penolakan penggunaan fluoride. Berikut ini adalah pernyataan Dr. Arvid Carlsson pada tahun 1978, “Saya sangat yakin bahwa penggunaan fluoride pada air minum tidak akan berlangsung lama di masa depan. Hal tersebut akan tinggal menjadi sejarah. Penggunaan fluoride pada air minum bertentangan dengan prinsip utama dari pharmacotherapy yang didasarkan pada stereotipe yang muncul dalam sistem pengobatan 3 x 1 sehari menjadi sistem pengobatan yang lebih individual. Sistem pengobatan individual yang menghargai proporsi kebutuhan dosis dan jenis obat. Sedangkan pengobatan dengan memasukkan tambahan zat pada air minum tentunya jelas bertentangan dengan konsep terapi individual tersebut.”
Kesimpulan:
Fluoride adalah obat, maka hanya baik bagi mereka yang memang membutuhkan, bersifat khusus, bukan untuk dipakai secara umum dan digunakan setiap hari. Dikarenakan kandungan fluoride sekarang ini tidak hanya terdapat di air minum tetapi juga dalam pasta gigi, obat kumur, dan produk lainnya, maka saya hanya bisa memberikan saran agar lebih berhati-hati dalam menggunakan produk-produk berflouride agar jumlah flouride yang masuk tubuh tidak berlebihan dan malah menyebabkan masalah bagi kesehatan.





Artikel Terkait :



1 komentar:

Beri komentar atau masukan ya :)