Jumat, Oktober 12, 2012

Bahaya Kedelai Bagi Kesehatan

Kedelai atau kacang kedelai berasal dari Asia Timur. Kedelai awalnya dianggap tidak dapat dimakan sampai sekitar 2500 tahun yang lalu yakni pada masa Dinasti Chou di China. Sebelum itu kedelai hanya digunakan untuk perputaran panen, yakni sebagai penyuplai nitrogen dalam tanah, semacam pupuk untuk menyuburkan tanah kembali.
Mengkonsumsi tempe sangat baik untuk kesehatan tubuh kita, begitu pula produk-produk kedelai fermentasi lainnya, semisal kecap, miso, natto dan kecambah kedelai. Tetapi jika mengkonsumsi kedelai yang belum melalui proses fermentasi (peragian) maka akan memberikan dampak bahaya bagi tubuh kita, semisal susu kedelai dan tahu.

Sebagaimana yang disampaikan oleh dr. Indiradewi Hestinignsih bahwa produk kedelai hasil non fermentasi, mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh manusia, antara lain:

Pertama, terlalu banyak Omega-6. Produk kedelai non-fermentasi mengandung kandungan Omega-6 yang lebih banyak dibandingkan Omega-3. Ketidakseimbangan rasio antara Omega-3 dengan Omega-6 akan membuat kita rentan terkena penyakit kanker, diabetes, penyakit jantung, arthritis, asma, hiperaktif, dan depresi.

Kedua, Asam Phytic. Kedelai mengandung asam Phytic, yaitu asam yang dapat menghalangi penyerapan mineral seperti misalnya zat besi, kalsium, tembaga, dan terutama seng dalam saluran pencernaan. Seng dibutuhkan untuk perkembangan dan fungsi otak serta sistem syaraf. Juga berperan penting dalam mengendalikan mekanisme kadar gula darah sehingga melindungi dari diabetes serta menjaga kesuburan.

Ketiga, penghambat Trypsin – mengurangi kemampuan untuk mencerna protein. Pemberian produk kedelai yang non-fermentasi pada bayi dan anak secara teratur akan mengganggu pertumbuhannya.

Keempat, Nitrat – bersifat karsinogen (penyebab kanker), terbentuk pada saat pengeringan

Kelima,
Aluminum – Dari beberapa penelitian telah diketahui adanya hubungan antara keberadaan aluminium dengan penyakit Alzheimer. Perlu diketahui bahwa susu kedelai mengandung aluminium 11 kali lebih banyak dibandingkan susu formula biasa.

Keenam, Mangan – Produk formula kedelai memiliki kandungan mangan berlebih bagi tubuh kita. Mangan dalam tingkat kecil sangat kita butuhkan untuk membantu sel tubuh kita mengumpulkan energi. Tapi jika berlebih, mangan bisa menyebabkan kerusakan otak seperti pada penyakit Parkinson. Untuk bayi, sebenarnya cukup dengan ASI karena hanya mengandung mangan 4-6 mcg/L. Sedangkan pada susu formula bayi biasa (dari sapi) mengandung mangan 30-50 mcg/L, bahkan susu formula kedelai mengandung mangan 200-300 mcg/L. Mangan yang berlebih pada susu kedelai ternyata juga bisa menyebabkan ADHD atau perilaku hiperaktif pada anak-anak.

Ketujuh, Goitrogen – komponen yang mengganggu fungsi tiroid, dapat menyebabkan hypotiroid dan juga beresiko menyebabkan kanker tiroid. Untuk terjadi kanker, tergantung banyaknya dan usia. Berdasarkan Soy Online Service, bayi seharusnya tidak mengonsumsi kedelai sama sekali. Bagi orang dewasa, hanya dengan 30 mg isoflavone (termasuk komponen goitrogen) per hari cukup mengganggu fungsi tiroid. Takaran isoflavon yang perlu diwaspadai ini ada pada 5-8 ons susu kedelai.

Kedelapan, Phytoestrogen – kini diketahui sebagai faktor penyebab kanker payudara dan leukemia pada anak.

Penelitian terhadap pejantan hewan-hewan juga telah banyak dilakukan, baik dari belalang sampai dengan cheetah. Dari penelitian-penelitian tersebut didapati bahwa kandungan phytoestrogen dalam kedelai mengakibatkan para pejantan ini kurang percaya diri, kurang agresif, hasrat seksual menurun, dan jumlah sperma  pun berkurang.

Tahukah Anda, para pendeta Budha di China (saolin) sengaja mengonsumsi tahu (produk kedelai non fermentasi) untuk menurunkan libido (nafsu seksual) mereka dan mempermudah mereka dalam menjalani gaya hidup membujang (tidak kawin).

Marcia Herman-Giddens , peneliti dari  University of North Carolina juga menjelaskan bahwa produk kedelai non fermentasi bisa menyebabkan pubertas dini, dan meningkatkan resiko anak laki-laki menderita kanker testicular di saat menjelang dewasa, karena telah terpapar berbagai hormone seks terus menerus. Dampak buruk mengonsumsi kedelai non fermentasi memang tidak bisa terlihat langsung pada anak-anak, baru terlihat dampaknya ketika mereka dewasa.


Berpindahlah Pada Produk Kedelai Fermentasi!
Produk kedelai yang dibuat dari fermentasi menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus. Kapang (Inggris: mold) merupakan anggota kingdom fungi (kerajaan jamur) yang biasanya tumbuh pada permukaan makanan yang sudah basi atau terlalu lama tidak diolah. Beberapa jenis Rhizopus yang digunakan dalam proses fermentasi kedelai, antara lain Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus.

Kapang yang tumbuh pada kedelai memecah senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Pada produk kedelai yang melalui proses peragian/fermentasi, kandungan zat-zat berbahaya di atas jauh berkurang sampai pada level aman untuk segala umur. Dan perlu diingat, meskipun kedelai direbus, digoreng, atau melalui proses memasak macam apapun, zat-zat yang ada di dalam kedelai tidak akan berkurang, kecuali dengan cara kedelai tersebut difermentasikan terlebih dulu.

Produk kedelai yang melalui proses fermentasi juga kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam produk kedelai fermentasi, misal tempe, mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi, dan antioksidan untuk mencegah penyakit degeneratif. Oleh karena itu, produk-produk kedelai hasil fermentasi, antara lain tempe,  kecap, miso, natto, dan kecambah kedelai sangat baik dan aman untuk dikonsumsi.


“Nun, demi pena dan apa yang mereka tuliskan” QS. Al Qalam (68): 1





Artikel Terkait :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beri komentar atau masukan ya :)