Minggu, Mei 08, 2011

Struktur Bumi (batuan dan tanah)

Struktur Bumi

Lapisan-lapisan bumi terdiri atas:
  1. Inti bumi dalam/pusat bumi: terdiri atas besi dan nikel berbentuk bola padat, suhu dapat mencapai 4800 °C, tebal 1.200 km.
  2. Inti bumi luar: terdiri atas besi dan nikel berbentuk cair, serta oksigen, suhu 3900 °C, tebal 2.255 km.
  3. Mantel/Selimut bumi/selubung: magma kental, suhu 1.400 – 2.500 °C, lapisan paling tebal 2.900 km.
  4. Kerak bumi (litosfer): tebal 15-60 km

Kerak Bumi dibagi menjadi dua kategori: kerak benua dan kerak samudera.
Kerak bumi terdiri dari tanah dan batuan. Kerak Bumi dibedakan menjadi 4 lapisan:
  1. Lapisan atas: terdiri dari sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati dan pelapukan batuan. Lapisan paling subur, atau disebut juga sebagai tanah humus.
  2. Lapisan tengah: terdiri dari campuran air dan hasil pelapukan batuan, disebut juga sebagai tanah liat.
  3. Lapisan bawah: terdiri dari bongkahan batu yang mengalami pelapukan belum sempurna.
  4. Lapisan batuan induk: terdiri dari bebatuan yang padat.



Batuan

Jenis-jenis batuan:
1. Batuan Beku: dari proses magma yg membeku. Magma yg keluar ke permukaan bumi disebut lava.

kiri ke kanan: batu granit, batu basal, batu obsidian, batu apung

  1. Batuan Beku Dalam/plutonik (magma lambat membeku, jauh di dalam bumi): batu granit (untuk hiasan rumah, banyak terdapat di kerak benua), diorit (kaya akan kwarsa/SiO2), dan gabro (miskin kwarsa).
  2. Batuan Beku Korok (magma cepat membeku, pada celah-celah atau pipa gunung api), contoh: profir Granit, Profir Gabro.
  3. Batuan Beku Luar/vulkanik (magma sangat cepat membeku, di permukaan bumi), contoh: batu apung (berongga-rongga, berisi gas), basal (banyak terdapat di kerak samudera), andesit (untuk pondasi rumah), batu obsidian.

2. Batuan Endapan/sedimen: dari proses pengendapan sisa-sisa organisme dan batuan yang melapuk, baik batuan beku maupun batuan metamorf. Jenis batuan ini adalah yang terbanyak di permukaan bumi (75%). Macam-macam batuan sedimen:

kiri ke kanan: Batu bara, gipsum, batu breksi, batu gamping, batu konglomerat, batu pasir

a. Batuan sedimen klastik/mekanis: dari campuran hancuran batuan yang mengendap, contoh:
  • Batu breksi: butiran bersudut dengan ukuran 2 mm
  • Batu konglomerat: butiran membundar dengan ukuran 2 mm
  • Batu pasir: butiran-butiran pasir yang mengendap dengan ukuran antara 2 – 0,1 mm
  • Batu lempung/Serpih: ukuran 0,004 mm, batuan endapan dari tanah liat/lempung
b. Batuan sedimen kimia: batuan endapan akibat proses kimia, contoh yang kita kenal adalah batu gipsum/gips.
c. Batuan sedimen piroklastik: abu/debu hasil letusan gunung berapi yang mengendap, contoh: tufa.
d. Batuan sedimen organik: dari endapan bahan organis (binatang dan tumbuhan), contoh:
  • Batu kapur/gamping: butiran halus, warna putih, dari tulang atau cangkang organisme laut.
  • Batu bara/coal: dari tumbuhan, baik berupa akar, batang, maupun daun. 

3. Batuan Malihan/Metamorf: dari proses penekanan dari bebatuan di atasnya dan pemanasan dari dalam bumi terus-menerus baik pada batuan sedimen maupun batuan beku, sehingga mengalami peralihan menjadi jenis batuan yang baru, contoh:

kiri ke kanan: antrasit, batu kuarsa, batu marmer, genes, sabak

  • Batu Genes/Gneiss: peralihan dari batu granit.
  • Batu Marmer/Pualam: peralihan dari batu kapur/gamping.
  • Batu Sabak/Slate/Batu Tulis: peralihan dari batu serpih/batu lempung.
  • Batu Kuarsa: peralihan dari batu pasir.
  • Antrasit: peralihan dari batu bara.



Tanah

Tanah merupakan hasil pelapukan batuan.
Penyebab pelapukan batuan:
  1. Pelapukan fisika: cuaca, angin, aliran air, air hujan, gelombang laut, suhu, tekanan udara
  2. Pelapukan biologi: lebih banyak pelapukan batuan karena tumbuhan yang hidup di atas batuan (lumut atau tumbuhan merambat)

Jenis tanah berdasarkan komposisinya:
  1. Tanah berpasir: mudah dilalui air dan tidak subur. 
  2. Tanah berkapur: tanah yang sangat mudah dilalui air, tidak subur. 
  3. Tanah berhumus: jenis tanah paling subur, sangat menyerap air, dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan mati dibantu dekomposer semisal cacing tanah. Letak humus di lapisan paling atas, semakin ke bawah semakin tidak subur. 
  4. Tanah vulkanik: sangat subur, sangat menyerap air, dari gunung api yang meletus. 
  5. Tanah liat: sulit dilalui air, lengket, elastis. 
 Tanah berhumus dan tanah vulkanik bagus untuk ditanami tanaman.


Diketik dan disusun oleh: OmCan 
Sumber baca sana sini: http://museum.bgl.esdm.go.id/, http://en.wikipedia.org/wiki/, http://www.crayonpedia.org/, http://geo-nana.netii.net/, http://id.wikipedia.org/wiki/, http://telenk.files.wordpress.com/, http://geo-eratosthenes.blogspot.com/, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional


belajar pendidikan, blog pengetahuan, kelas pengetahuan, knowledge blog, sekolah dasar dan menengah, KIDS GEt kNowledge, blogger, blogspot





Artikel Terkait :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beri komentar atau masukan ya :)