Senin, Juni 28, 2010

Penderita Albinisme atau Albino

Apa itu albino atau albinisme? penyebab albino adalah, apa penyebab albino? keterbatasan fisik penderita albino. berapa jumlah penderita albino atau albinisme?

Postingan kali ini saya ingin sedikit membahas tentang penderita Albinisme atau yang lebih dikenal dengan istilah Albino.

Albino merupakan kelainan bawaan berupa kurangnya atau tidak adanya pigmen (zat warna) pada mata, kulit, dan rambut. Orangtua penderita albino belum tentu albino juga, tetapi bisa jadi ada pada generasi keluarga yang sebelum orangtua. Ini dikarenakan gen yang mewariskan kelainan albino bersifat resesif (“bersembunyi”), baru muncul pada keturunan berikutnya. Kelainan ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada hewan yang memiliki tulang belakang atau disebut vertebrata.

Baik hewan maupun manusia yang menderita albino memiliki keterbatasan fisik tertentu, antara lain:
  1. Sangat peka terhadap cahaya matahari, atau lampu sorot, intinya sumber cahaya yang kuat.
  2. Sukar melihat benda yang jauh, atau jarak penglihatannya terbatas.
  3. Kulitnya sangat peka terhadap sinar matahari, bahkan bisa melepuh seperti luka bakar hanya karena tersinari oleh matahari.
Ini adalah beberapa gambar mereka yang menderita albino:


Jumlah manusia penderita albino di seluruh dunia beragam.
Albino di Tanzania, Afrika Timur, adalah negara yang memiliki penderita albino terbanyak di dunia, yakni mencapai kisaran 200.000 orang. Ini sama halnya 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penderita albino di negara lain. Di sebagian besar negara, penderita albino hanya sekitar 1 orang per 20.000 penduduk. Sedangkan di Denmark, sekitar 1 orang penderita albino per 60.000 penduduk. Sedangkan di Afrika, 1 orang penderita albino per 5000 penduduk.

Sebenarnya dalam hal berkarya, para penderita albino masih tetap bisa berkarya meskipun dalam keterbatasannya. Namun karena jumlah mereka yang terbilang jarang, terkadang banyak orang merasa aneh melihat para penderita albino. Bagi para penderita albino yang kurang bisa menerima dirinya apa adanya bisa jadi akan menjadi kurang percaya diri. Tetapi banyak juga dari mereka yang berhasil dalam profesi atau pekerjaannya masing-masing. Hal ini memberikan pelajaran bagi kita yang masih normal ini bahwa keterbatasan bukanlah menjadi penghalang seseorang untuk sukses berkarya. Kita patut bersyukur dengan segala yang telah diberikan Allah kepada kita. Rasa syukur itu haruslah berupa keinginan untuk berkarya dan ibadah kepadanya dengan sebaik-baiknya.

ditulis oleh: omCan





Artikel Terkait :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beri komentar atau masukan ya :)